Belum Terima Bantuan, Penyintas di Labuhan Pandan Masih Andalkan Swadaya

Kepala Dusun Labuhan Pandan Tengah, Sadar, memeriksa pemukiman di Dusun Labuhan Pandan Tengah, Desa Labuhan Pandan, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur yang ambruk pascagempa bermagnitudo 7 pada Minggu (19/8/2018). (Fikri M. Sanusi/Speaker Kampung)

Gempa bermagnitudo 7 yang terjadi pada Minggu (20/8/2018) telah menghancurkan ratusan rumah di Kabupaten Lombok Timur. Salah satu titik yang terdampak parah adalah Dusun Labuhan Pandan Tengah, Desa Labuhan Pandan, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur.

Kepala Dusun, Labuhan Pandan Tengah, Sadar mengatakan, pascagempa besar yang terjadi pada Minggu malam, semua warganya kini mengungsi di tenda darurat. Kendati ada sebagian rumah yang tidak hancur, warga tidak berani masuk.

“Ada yang tidak rusak parah tapi sudah tidak layak huni. Saya juga mengimbau warga jangan ada yang di dalam rumah. Saya sudah beri tahu titik pengungsian yang aman,” kata Sadar saat diwawancarai oleh pewarta warga media komunitas Speaker Kampung, Fikri M. Sanusi.

Menurut pengakuan Sadar, bangunan yang hancur di dusunnya mencapai 99 %. Sebanyak 265 KK mengungsi di tenda-tenda darurat dengan perlengkapan seadanya.

“Tenda-tenda yang digunakan saat ini masih swadaya, belum ada bantuan dari mana pun,” tambahnya.

Selain terpal dan tenda, warga juga membutuhkan bahan makanan dan air minum.

Berikut kondisi pemukiman di Dusun Labuhan Pandan Tengah:

 

 

(FMS/FFP)

Ferdhi FP

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Post comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.