Berkantor di Tenda, Aparat Desa Sambelia Tetap Melayani Warganya

Aparat Desa Sambelia berkantor di tenda untuk melayani warganya. (Foto. Fanpage Facebook Speaker Kampung)

Meski dalam situasi darurat, Aparat Desa Sambelia, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur, memilih untuk terus memberikan pelayanan kepada warganya. Sebagai ganti ruang kantor yang sudah tak layak digunakan, mereka mendirikan tenda sementara.

“Semenjak terjadinya gempa saya perintahkan semua staf tetap bekerja mencari dan mengumpulkan data korban hingga selesai,” jelas Subandi, Kepala Desa Sambelia, saat diwawancarai pewarta warga media komunitas Speaker Kampung.

Subandi menambahkan saat ini warga Desa Sambelia masih bertahan di tenda-tenda pengungsian. Ia juga mengatakan hingga hari ini (22/08/2018) belum ada bantuan masuk. Warga bertahan dengan suplai logistik dari pemerintah desa.

Sebagaimana diketahui wilayah Lombok dan sekitarnya telah diguncang beberapa kali gempa dalam rentang waktu yang berdekatan. Gempa pertama bermagnitudo 6,4 terjadi pada 29 Juli. Disusul kemudian gempa bermagnitudo 7 pada 5 Agusstus. Lalu berturut-turut 6,5 dan 6,9 pada 19 Agustus. Data BNPB menyebutkan 506 orang meninggal dunia, 431.416 orang mengungsi, 74.361 unit rumah rusak dan kerusakan lainnya. Diperkirakan kerusakan dan kerugian mencapai Rp 7,7 trilyun. (Speaker Kampung)

Aris H

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Post comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.