Andalkan Bahan Alam, Warga Bangun Rumah Darurat Tahan Gempa

Rumah darurat yang dibangun swadaya oleh warga merupakan modifikasi rumah adat Suku Sasak di Lombok yang memang mengandalkan bahan baku alam. (Hajad Guna Roasmadi)

Tahap tanggap darurat bencana gempa Lombok telah berakhir per 25 Agustus lalu dan kini memasuki tahap transisi ke pemulihan. Di fase ini berbagai pihak mulai menata kembali hal-hal yang kandas dihantam gempa. Tak terkecuali warga.

Beberapa waktu lalu beredar foto yang menunjukkan warga Suku Sasak di Desa Senaru, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, sedang bergotong royong membangun kembali desa adat yang terdampak gempa.

Kabar ini diapresiasi banyak pihak, salah satunya oleh Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho. Di akun Twitter-nya ia menulis, “Masyarakat gotong royong adat Sasak Senaru menyikapi musibah gempa Lombok di Lombok Utara. Gotong royong membersihkan puing, saling membantu dan memperbaiki rumah darurat. Modal sosial yang luar biasa. Jangan dilemahkan. Harus diapresiasi dan dibantu. .”

Selain di Desa Senaru, usaha mandiri warga untuk memulihkan kembali kehidupan mereka pascagempa juga terjadi di berbagai penjuru Lombok. Salah satunya di Desa Pringgabaya, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur.

Di sana, warga mulai membangun tempat bernaung sederhana berbahan alami sebagai ganti tenda pengungsian yang kebanyakan terbuat dari terpal. Melansir laporan media komunitas Speaker Kampung di laman Facebook-nya, bahan yang diperlukan hanya daun kelapa untuk atap, pagar bedek dan bambu untuk dinding dan rangka.

Untuk membangun rumah tersebut tidak membutuhkan biaya yang terlalu besar, yakni antara Rp 800.000 hingga 1.300.000 untuk bangunan seluas 3×5 meter.

Menurut Nardam, salah satu warga yang sudah membangun rumah darurat, bangunan tersebut dapat bertahan hingga  dua tahun.

“Selain layak dan nyaman ditempati, rumah ini juga aman dari gempa,” kata Hajad Guna Roasmadi, pegiat media komunitas Speaker Kampung.

Rumah darurat ini sebetulnya merupakan modifikasi rumah adat Suku Sasak di Lombok yang memang mengandalkan bahan baku alam.

 

Ferdhi FP

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Post comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.