Penyintas di Karang Bajo Butuh Pelayanan Kesehatan yang Lebih Memadai

Para orang tua mengunggu giliran memeriksakan anaknya yang mulai mengalami gangguan kesehatan di Puskesmas sementara Desa Karang Bajo, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara (27/8/2018). (Hamdi Hidayat/Primadona FM)

Tepat sebulan yang lalu, 29 Juli 2018, gempa pertama mengguncang Lombok. Sejak hari itu, warga Lombok terpaksa meninggalkan rumahnya yang roboh atau tidak layak huni dan pindah ke tenda-tenda darurat. Di Kecamatan Bayan, Desa Karang Bajo adalah salah satu yang terdampak cukup parah dengan jumlah penyintas yang cukup banyak.

Menurut pegiat radio komunitas Primadona FM, Hamdi Hidayat, para penyintas mulai mengalami masalah kesehatan, khususnya anak dan balita. Adapun sakit yang diderita anak dan balita kebanyakan diare. Untuk merespons situasi tersebut, kelompok warga yang menamai diri Pemuda Ancak Tanggap Bencana (PATB) membangun fasilitas kesehatan seadanya.

“Dalam pantauan kami dalam sehari ini (27/8/2018) lebih dari 15 balita yg sudah masuk ke puskesmas sementara. Sebagian besar dari mereka harus diinfus dan dirawatinapkan,” kata Hamdi.

Kendala juga tidak berhenti di situ. Keterbatasan tenaga medis hingga hari ini masih menjadi persoalan. Jumlah tenaga medis yang ada belum memadai untuk menangani pasien yang jumlahnya bertambah setiap hari.

Melihat situasi ini, Hamdi menilai pembangunan puskesmas darurat perlu disegerakan agar warga penyintas dapat ditangani dengan lebih baik dan intensif. (HH/FFP)

Ferdhi FP

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Post comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.