Jaminan Sosial untuk Korban Gempa Harus Terealisasi Tepat Sasaran

0
Warga berkumpul di tenda pengungsian (Foto: Rakom Primadona FM)

Terdapat dua hal utama dalam sistem jaminan sosial untuk korban bercana Gempa Lombok yang harus terealisasi, tepat sasaran, dan menyeluruh. Dilansir dari laporan pegiat Radio Komunitas Primadona FM di facebook pada (3/9/2018), kedua hal tersebut adalah jaminan hidup dan bantuan isi hunian rumah.

Jaminan hidup meliputi bantuan yang akan diberikan semenjak pasca masa tanggap darurat dicabut, yakni 27 Agustus 2018. Bantuan yang akan diterima oleh korban gempa sebesar Rp10.000,00/hari dan dibayarkan per jiwa dalam masa waktu selama tiga bulan. Jika dalam masa tersebut kondisi belum pulih, maka program bantuan jaminan hidup tersebut akan diperpanjang tiga bulan lagi.

Sementara itu, bantuan isi hunian rumah berupa dana tiga juta per Kepala Keluarga (KK) nantinya digunakan untuk memenuhi kebutuhan perlengkapan isi rumah/perabotan yang sudah rusak.

Implementasi dua hal tersebut memerlukan pengawalan dan kejasama masyarakat serta pemerintah desa dan jajarannya untuk segera menyosialisasikan kepada seluruh masyarakat. Hal ini dilakukan untuk mewujudkan bantuan yang tepat sasaran, merata, dan menyeluruh kepada semua masyarakat.

Oleh karena itu, pendataan harus dilakukan secara tepat dan akurat untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Tidak hanya melihat data dari KK tetapi juga melakukan peninjauan langsung dengan turun lapangan. Sebab, penghitungan yang dilakukan adalah per jiwa. Pengecekan berdasarkan KK dikhawatirkan akan mengabaikan pihak-pihak yang belum masuk dalam KK.

Rumah warga yang rusak total akibat gempa Lombok (Foto: Rakom Primadona FM)

 

Laporan: Radio Komunitas Primadona FM

Editor: LP

 

Lamia PD

Staf Komunikasi CRI

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Post comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.