Bermain, Salah Satu Cara Memulihkan Kondisi Psikologis Anak di Pengungsian

Anak-anak di Posko Pengungsian Dusun Ambengan, Desa Beririjarak, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur, bermain di tengah-tengah tenda darurat. Kegiatan ini dilakukan untuk menghilangkan rasa trauma pascabencana gempa. (Foto: Speaker Kampung)

Banyak cara untuk menghilangkan trauma bagi para pengungsi khususnya anak-anak. Salah satu caranya adalah mengajak mereka belajar sambil bermain.

Sebagaimana dilakukan Nani Mulyani, relawan yang peduli terhadap pengungsi khususnya anak-anak, di Dusun Ambengan, Desa Beririjarak, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur.

Setiap sore, ia bersama rekannya mengajak dan mengumpulkan anak-anak penyintas. Salah satu teknis trauma-healing untuk mengembalikan psikologis anak akibat gempa adalah dengan memperbanyak waktu mengajak anak bermain di sekitar posko.

Materi yang diajarkan beragam, tergantung jenjang pendidikannya. Untuk tingkat PAUD, mereka diajari cara menggambar, melipat kertas, dan bernyanyi. Sedang untuk tingkat SD, mereka diajari bahasa Inggris, berhitung dan juga bernyanyi.

Supaya anak-anak tidak cepat bosan, Nani dan kawan-kawannya mengaplikasikan permainan tradisional.

Akan tetapi perempuan yang akrab disapa Jeng Nanik ini kekurangan Alat Permainan Edukasi (APE), sehingga sedikit mengurangi keseruan permainan.

“Kendala kami di sini masih kekurangan APE untuk memberikan pelajaran bagi anak-anak PAUD. Di posko pengungsian ini anak-anak yang diberi truma-healing mencapai enam puluh. Jumlah ini membuat kami kewalahan, karena tenaga dan jumlah relawan terbatas,” keluhnya, saat ditemui di tenda pengungsian, (6/9/2018).

“Meski dengan kondisi seperti ini, sedikit pun tidak menyurutkan semangat kami untuk terus membantu mengembalikan rasa percaya diri pada anak-anak,” tutupnya.

Reporter : Sanusi/Speaker Kampung

Editor : Ferdhi FP

Ferdhi FP

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Post comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.