Penyintas Wanasaba Terpaksa Sewa Lahan untuk Dirikan Tenda Darurat

Tenda darurat warga di Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba, Lombok Timur, yang didirikan di lahan persawahan. (Foto: Speaker Kampung)

Warga penyintas gempa di Dusun Tandan Golok, Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur, harus rela pindah dan menyewa lahan untuk dijadikan tempat mengungsi.

Hal tersebut dikarenakan lahan persawahan yang semula ditempati oleh warga untuk pengungsian akan mulai digarap oleh pemiliknya. Kondisi ini memaksa Nihin (43 tahun) dan penyintas lainnya harus pindah dari pengungsian semula.

Akan tetapi karena tidak semua warga memiliki halaman rumah yang cukup luas, mereka terpaksa menyewa sawah milik petani untuk dijadikan tempat mengungsi.

“Saya mendengar lahan tempat kami mengungsi ini akan ditempati untuk menanam sayur oleh pemiliknya, kami merasa tidak enak, dan terpaksa saya pindah mengungsi ke halaman rumah, tapi warga yang tidak memiliki halaman rumah yang cukup luas harus menyewa sawah untuk dijadikan tempat mengungsi,” tutur Nihin, (9/9/2018).

Nihin tidak sendiri. Ada sekitar 25 kepala keluarga dan masing-masing dari mereka menyewa lahan dengan biaya Rp 50.000 untuk batas waktu selama masih ada gempa susulan.

Sementara itu Akim, Kepala Dusun Tandan Golok yang mengetahui hal tersebut, tidak dapat berbuat banyak. Ia mengaku prihatin melihat warganya harus menyewa lahan untuk mengungsi.

“Jika kita melarang, maka warga ini harus dievakuasi ke mana? Sementara itu satu-satunya lokasi lapang untuk dijadikan pengungsian,” jelas Akim saat dikonfirmasi di kediamanya.

“Jika warga lebih lama lagi mengungsi di tempat orang, maka otomatis sewa lahan pun akan bertambah. Oleh karena itu saya mewakili warga di sini sangat berharap dari Kementrian PUPR untuk bisa datang ke mari untuk verifikasi kerusakan rumah dan segera memperbaikinya,” harap Akim.

Reporter : Sanusi/Speaker Kampung

Editor : Ferdhi FP

Ferdhi FP

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Post comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.