Lewati Masa Tanggap Darurat, Operasi Jalin Lombok Berhenti

Yogyakarta – Setelah masa tanggap darurat untuk penanganan dampak gempa bumi di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat berakhir, maka pengoperasian laman Jaringan Informasi Lingkar Lombok (Jalin Lombok) dihentikan pada akhir September 2018. Meski demikian, tahapan penanganan dampak gempa Lombok perlu terus mendapat perhatian penuh dari semua pihak supaya proses rehabilitasi dan rekonstruksi bisa berjalan sehingga bisa memulihkan kehidupan dan penghidupan seluruh warga terdampak.

Selama masa operasi mulai 08 Agustus hingga akhir September 2018, laman ini telah mengunggah 33 tulisan serta sejumlah data terkait kebutuhan posko pengungsian. Tulisan maupun data tersebut dibagikan ke kanal-kanal media sosial yang dikelola Combine Resource Institution (CRI) serta sejumlah grup Whatsapp yang menjadi tempat diskusi dan berbagi informasi relawan gempa Lombok. Melalui upaya itu, diharapkan agar informasi dan data yang dihimpun langsung dari titik-titik pengungsian bisa sampai ke para relawan maupun pemerintah sehingga kebutuhan vital bagi warga terdampak bisa segera terpenuhi.

Meski operasi laman Jalin Lombok dihentikan, CRI tetap berupaya mendukung kelancaran arus informasi terkait penanganan gempa baik antara warga terdampak, lembaga kemanusiaan maupun pemerintah. Hal itu antara lain dilakukan dengan terus mendampingi pegiat media komunitas Speaker Kampung (Ketangga, Lombok Timur) dan Radio Komunitas Primadona FM (Karang Bajo, Lombok Utara) untuk menyampaikan informasi yang diperlukan warga. Selain itu, koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Utara untuk mengaktifkan kembali website desa yang terkendala kerusakan server akibat gempa juga terus dilakukan. Pengembangan website desa di 33 desa di Kabupaten Lombok Utara itu merupakan bagian dari prakarsa Sistem Informasi Desa (SID) yang difasilitasi oleh CRI sejak 2013.

Jalin Lombok merupakan saluran data dan informasi mengenai perkembangan situasi dan kondisi Lombok, Nusa Tenggara Barat, pascagempa 29 Juli dan 5 Agustus 2018. Informasi yang tertuang di laman ini berasal dari sejumlah sumber, yakni warga terdampak, pemerintah desa, pegiat media komunitas Speaker Kampung dan Radio Komunitas Primadona FM, serta anggota Tim Komunikasi dan Informasi untuk Situasi Darurat (Tikus Darat) CRI yang terjun langsung ke lokasi.

Lamia PD

Staf Komunikasi CRI

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Post comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.